Selasa, 17 Juni 2014

Sejarah Perayaan Sekaten Jogja

Festival Sekaten tanggal kembali ke tahun 1939 Saka pada penanggalan Jawa, atau 1477, ketika Raden Patah Demak Bintoro mendirikan Masjid Agung Demak, dengan dukungan dari wali (dai Islam di pulau Jawa).Festival ini juga merupakan hasil dari diskusi dengan wali, yang mengatakan bahwa peristiwa khusus sebaiknya diadakan selama tujuh hari berturut-turut menjelang peringatan kelahiran Nabi Muhammad, dengan tujuan utama bahkan menjadi penyebaran Islam.

Sekaten pertama kali diadakan di sebuah lapangan dekat masjid. Dalam rangka untuk menarik orang ke acara, salah satu wali, Sunan Giri, menciptakan alat musik gamelan tradisional untuk dimainkan di dekat kompleks masjid.

Dengan instrumen, komposisi musik tradisional Jawa, yang dikenal sebagai gending dan yang diciptakan oleh Sunan Kalijaga dinyanyikan dan dimainkan. Pada akhir acara, orang-orang yang telah menyatakan keinginan untuk masuk Islam dibantu oleh wali dalam mengatakan syahadatain, yang merupakan pengakuan iman mengatakan bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah Rasul-Nya terakhir.

Itu sebenarnya dari kata "" syahadatain "" bahwa nama "" sekaten "" diambil.

Sebagai acara dikembangkan, sekaten berubah menjadi perayaan rakyat tradisional yang digelar setiap tahun, kemudian menjadi tradisi resmi Demak, terutama setelah menjadi sebuah kerajaan Islam.

Tradisi itu berlanjut bahkan setelah kerajaan itu berkembang menjadi kerajaan Mataram yang kuat dan terpecah menjadi kerajaan yang terpisah dari Surakarta dan Yogyakarta. Baik Surakarta dan Yogyakarta istana diawetkan perayaan sekaten sebagai bagian dari warisan budaya dan agama mereka, menjelaskan mengapa sekaten ini adalah untuk hari ini diadakan setiap tahun di dua kota.

Di istana Yogyakarta, perayaan telah dikembangkan selama bertahun-tahun ke bentuknya yang sekarang. Perubahan terakhir terjadi tahun ini ketika Pasar Sekaten Malam sebelumnya sebulan penuh digelar menjelang acara utama diubah menjadi 38 hari Expo Jogja Sekaten '04.

Sebuah event organizer pribadi juga dipekerjakan untuk profesional mengelola acara untuk membuat sebuah pameran bisnis yang diakui secara nasional.

Namun, ritual sekaten utama masih dipegang selama tujuh hari berturut-turut menjelang ulang tahun Nabi Muhammad, yang pada tanggal 2 Mei.

Ritual utama pada dasarnya terdiri dari tiga prosesi utama. Pertama adalah memainkan alat musik gamelan sakral istana, yang disebut Kanjeng Kyai Nogowilogo dan Kyai Guntur Madu Kangjeng.

Kedua adalah perayaan ulang tahun Nabi Muhammad di Masjid Agung Agung Masjid istana. Dan ketiga adalah ritual garebeg di mana istana mendistribusikan persembahan beras untuk rakyat. Banyak orang percaya bahwa makan dari penawaran ini akan membawa keberuntungan bagi mereka.

Kamis, 20 Maret 2014

Wisata Naik Kuda DI De Ranch Bandung

De Ranch Bandung- Bila anda datang ke bagian utara bandung tepatnya di daerah lembang, maka anda akan menemukan sebuah wisata unik yang bernama De Ranch. Ketika anda sedang berada di sini anda seolah sedang berada di daerah peternakan Di Amerika. Mengusung konsep Leisure, Food And Knowledge, De ranch hadir sebagai wisata alternatif di Bandung. Sobat bisa berkeliling dengan kuda sambil mengenakan kostum ala cowboy.
Wisata Naik Kuda DI De Ranch Bandung
Wisata Naik Kuda DI De Ranch Bandung

Awalnya tempat ini merupakan sebuah tempat untuk memelihara kuda tunggang. Namun melihat potensi alam disekitar lokasi, membuat si pemilik tempat ini terinspirasi untuk mengembangkan menjadi sebuah tempat wisata. Secara resmi de ranch di lembang bandung dibuka untuk umum pada tahun 2007. Pada waktu itu kuda-kuda yang digunakan mengambil dari pemilik-pemilik kuda di sekitar lokasi.

Beberapa fasilitas bermain juga disediakan disini, diantaranya kolam pancing, flying fox, kuda ayun, fun boat dan masih banyak lainya. Untuk menikmati semua wahana tersebut tentu harus membayar biaya tambahan. Dan perlu diketahui untuk memasuki kawasan De ranch anda akan dikenakan tiket masuk sebesar Rp 5000,00 itupun bisa ditukar dengan segelas susu. Selain menyediakan beragam permainan, di area wisata de ranch juga tersedia beberapa restoran yang menyajikan makanan khas daerah seperti lotek, sate, karedok dan juga makanan eropa katakanlah seperti steak, pizza dll. Bangunan-bangunan di De ranch semuanya terbuat dari kayu. Hal ini akan membuat anda semakin berasa seperti koboi sungguhan. 

Jika anda tertarik untuk berwisata di De ranch, lokasinya berada di Jl maribaya lembang bandung. Terletak tak jauh dari Hutan Ir Juanda. Sebelum meninggalkan De ranch sempatkan dulu untuk mengunjungi factory outlet. Disana tersedia aneka macam pernak-pernik khas koboy.